Kamis, 29 Maret 2012

Manusia dan Cinta Kasih


 cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih dan sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.

Cinta mungkin sebuah kata agung yang paling sering membuat seseorang tergugu di hadapannya. Segala teori dan argumentasi yang dilontarkan akan lumpuh begitu saja saat kita sendiri yang mengalami bagaimana hebatnya cinta itu mempengaruhi diri kita. Mungkin sulit dipahami bagi orang yang sedang tak mencinta, bagaimana rasa cinta itu menjelma menjadi ratusan ribu pulsa telepon, berlimpahnya waktu untuk menunggu yang terkasih walau kita sedang dalam deadline ketat, terbuka lebarnya mata mengerjakan tugas-tugas demi membantu yang tersayang. Bongkahan pengorbanan yang tak rela dipecahkan…

Merasakan cinta seperti merasakan hangatnya matahari. Kita selalu merasa kehangatan itu akan terus menyirami diri. Setiap pagi menanti mentari, tak pernah terpikirkan akan turun hujan atau badai karena kita percaya semua itu pasti akan berlalu dan mentari akan kembali, menghangati ujung kaki dan tangan yang sedikit membeku. Mentari ada di sana, dan dia pasti setia.

          Cinta yg paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Arrahman adalah Kasih Sayang Allah untuk seluruh makhluknya, fasiq, dhalim, shalih, muslim, non muslim, kebagian Rahmatnya Allah. Arrahim adalah Kasih Sayang Allah khusus untuk mereka yang beriman. Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.

          Allah menciptakan cinta di antara manusia. Dia yang paling hebat, paling tahu bagaimana cinta itu, bagaimana mencintai, bagaimana dicintai. Cinta manuisa kepada Allah yaitu dengan bertakwa kepada-Nya yakni mengerjakan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangann-Nya. Berpedoman dengan Al-qur’an dan Al-Hadits. Amal perbuatan yang paling dicintai Allah yang disabdakan Rasululah dalam Shahih Bukhari yaitu Sholat pada waktunya, bakti kepada Ayah Bunda, serta jihad di jalan Allah SWT.
Salah satu rukun didalam shalat adalah membaca Surah Al-Fatihah. Surah ini dinamakan Al-Fatihah (Pembukaan) karena ia dijadikan sebagai pembuka dan permulaan Al-Quran.
Surah ini juga dinamakan Ummul Quran (ام القــرآن - Ibu Quran) atau Ummul Kitaab (ام الكتاب - Ibu Kitab) kerana ia merupakan ibu atau induk kepada semua isi Al-Quran dan menjadi inti sari dari kandungan Al-Quran itu sendiri.
          Ada sebuah riwayat bagi orang yang suka membaca atau belajar Al – Qur’an :
AL-QUR'AN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT
     Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua
mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang
kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
     Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?"
Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
     Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun
malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?"
      Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T.
Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan
mahkota di atas kepalanya.
     Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar
dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi
ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."

          Kebanyakan seorang anak belajar Al – Qur’an itu dari orang tuanya dari ia kecil. Setiap orang tua yang itu ingin anaknya manjadi anak yang sholeh dan sholeha. Bermanfaat bagi nusa dan bangsa disertai dengan keimanan. Kebanyakan anak itu sangat dekat hubungannya dengan ibunya, karena kasih ibu yang sangat tulus kepada anaknya. Cinta anak kepada orang tuanya adalah selalu berbakti kepadanya, tidak menyinggung perasaannya, dan selalu mendo’akannya. Ridho-nya Allah itu tergantung kepada ridho-nya orang tua. Jika orang tua sudah ikhlas maka mudahlah segala  urusan seorang anak itu. Misalkan dalam hal belajar, ujian, dan lainnya.

Senin, 12 Maret 2012

Seni Bela Diri Nenek Moyang


            Manusia dalam kehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak sekali. Adanya kebutuhan hidup inilah yang mendorong manusia untuk melakukan  berbagai tindakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut. Nilai – nilai budaya ini adalah jiwa dari kebudayaan dan menjadi dasar dari segenap wujud kebudayaan. Disamping nilai – nilai budaya ini keudayaan diwujudkan dalam bentuk tata hidup yang merupakan kegiatan manusia yang mencermikan nilai budaya yang dikandungnya. Pada dasarnya tata hidup merupakan pencerminan yang konkret dari nilai pancaindera sedangkan nilai budaya hanya terangguk oleh budi manusia. Di samping itu maka nilai budaya dan tata hidup manusia ditopang oleh perwujudan kebudayaan yang ketiga yag berupa sarana kebudayaan. Sarana kebudayaan ini pada dasarnya merupakan perwujudan yang bersifat fisik yang merupakan produk dari kebudayaan atau alat yang memberikan kemudahan dalam berkehidupan. . Kuntjaningrat (1974) secera lebih rinci membagi kebudayaan menjadi unsur – unsur yang terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharaian serta sistem teknologi dan peralatan.
            Indonesia mempunyai keanekaragaman alam dan budaya. Salah satu budaya adalah seni bela diri pencak silat.  Istilah silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang digunakan adalah pencak silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia. Nama "pencak" digunakan di Jawa, sedangkan "silat" digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya kini istilah "pencak" lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan "silat" adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan.
            Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri yang ditujukan untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari tantangan alam. Mereka menciptakan bela diri dengan menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitarnya, seperti gerakan kera, harimau, ular, atau burung elang. Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.
            Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke -14 di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari Randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi terdapat tradisi "palang pintu", yaitu peragaan silat Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil. Acara ini biasanya digelar sebelum akad nikah, yaitu sebuah drama kecil yang menceritakan rombongan pengantin pria dalam perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang dikisahkan juga menaruh hati kepada pengantin wanita. Maka terjadilah pertarungan silat di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria yang tentu saja dimenangkan oleh para pengawal pengantin pria.
Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.
            Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:
  1. Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
  2. Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
  3. Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
  4. Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.

            Beberapa nilai positif yang diperoleh dalam olahraga beladiri pencak silat adalah:
  1. Kesehatan dan kebugaran;
  2. Membangkitkan rasa percaya diri;
  3. Melatih ketahanan mental;
  4. Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi;
  5. Membina sportifitas dan jiwa ksatria;
  6. Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi.
Sumber      : Buku Filsafat Ilmu dan Wikipedia Indonesia



Sabtu, 14 Januari 2012

Ilmu Pengetahuan



“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan  dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh  sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi,  pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti. Menata Iptek bagi pembangunan masa depan bangsa adalah upaya mendayagunakan iptek untuk menata peradaban dan kesejahteraan bangsa di masa depan. Perubahan-perubahan peradaban bangsa yang kita lihat dan kita rasakan saat ini maupun di masa depan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi di dunia. Masa lalu akhirnya hanya menjadi jejak ilmu pengetahuan dan teknologi, masa depan menjadi harapan dan sasaran cita-cita meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, setiap langkah-langkah kenegaraan itu ditata dalam dan berdasarkan peraturan pemerintah dan undang-undang. Di dalam Undang-undang pada umumnya dimuat visi besar bangsa. Visi bangsa ini sangat penting, karena tanpa visi, negara menjadi tanpa arah.

Teknologi
           Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body of knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.
Dampak positif IPTEK
Memberikan Kemudahan

Dengan mengungunakan teknologi saat ini, banyak kemudahan yang di peroleh. Setiap orang dapat mengetahui kabar apa saja di dunia dan mendapatkan informasi dengan cepat akibat akses internet yang mendunia. Di bidang agama islam pun saat ini terdapat Al Quran Online yang dapet di akses dengan mudahnya dan komplit.
 Media komunikasi

Dengan kemajuan IPTEK saat ini, komunikasi semakin mudah. Dengan beberapa adanya layanan penunjang di dunia maya seperti yahoo atau skype semua orang mancanegara dapat berkomunikasi dengan mudah.  Contohnya saja, di bumi bagian barat dapat berkomunikas face to face (namun tidak langsung) dengan menggunakan layanan video call.
Mudah dalam bertransaksi perdagangan

Saat ini banyak sekali shop online di dunia maya. Dengan mudah para pembeli dapat membeli barang yang di inginkan tanpa harus datang langsung ke tempat yang dituju bahkan dapat membeli langsung ke Negara yang berkaitan. Dengan begitu akan semakin sedikit biaya yang di keluarkan.

Dampak negative IPTEK
  Hilangnya kebiasaan tradisional

Dengan perkembangan zaman yang semakin majunya teknologi, kebudayaan tradisional semakin lama semakin menurun. Hal ini terjadi di karenakan manusia yang saat ini lebih senang dan lebih di manjakan dengan alat-alat elektronik. Contohnya, dahulu orang yang membuat sambal dengan mengulek saja namun saat ini ada alat yang namanya blender yang membuat cabai-cabai itu teriris dan tertumbuk dengan halus karena mata pisaunya yang tajam tanpa harus mengeuarkan energy yang cukup banyak.

Penipuan

Hal ini memang tidak luput di bidang apa pun. Melalui sms yang sedang marak marak nya meminta pulsa pada penguna provider tertentu. Itu salah satu yang banyak terjadi di kalangan masyarakat. Atau kejahatan yang sering terjadi pula adalah carding. Pembelanjaan dengan menggunakan kartu kredit sangatlah banyak di dunia internet. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi online dan mencatat kode kartu si pengguna.

Kerusakan lingkungan dan moral

Tidak di pungkiri lagi, telah nyata secara actual kerusaka moral yang terjadi akibat akses-akses pornografi yang tersebar di dunia maya. Dan pula kerusakan lingkungan yang contohnya baterai smart phone yang dapat membahayakan lingkungan.

Kata Mutiara

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah - lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika air mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh mengenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dam enggan memandangnya

Biji emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika didalam hutan

Imam Syafi'i
 

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

Pengertian Masyarakat
Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. 

Masyarakat kota :
  1. Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  5. Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
  6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
Masyarakat desa :
  1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
  2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuan terhadap kebiasaan.
  3. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
  4. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
  5. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
  6. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
  7. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.
Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan sperti beras, sayur mayor, daging, ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yagn juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan transportasi. Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut.”

Pelapisan Sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
statifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Dampak positif Stratifikasi Sosial
Dengan adanya stratifikasi social akan berdampak positif bagi masyarkat. Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.
Contoh: Seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan dimasa depan.
Mobilitas sosial atau pergerakan individu menuju status social yang berbeda, dan hal itu dapat  mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
Contoh: Sistem perekonomian pada Negara berkembang misalnya, Indonesia yang sedang mengalami perubahan perekonomian dengan menimbulkan revolusi industri yaitu perpindahan system perekonomian masyarakat dari masyarakat yg bermatapencaharian di bidang agraris ke masyarakat di bidang industri. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang berkualitas. Dan kondisi tersebut perlu didukung dengan peningkatan  dalam bidang pendidikan.
Dampak Negative Stratifikasi Sosial
Pada aspek negative ada tiga dampak negative stratifikasi social
1. konflik antar kelas
2. konflik antar kelompok social
3. konflik antargenerasi


Konflik antarkelas
Dalam sistem keamasyarakatan, terdapat lapisan-lapisan sosial karena ukuran-ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas-kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan menimbulkan konflik antarkelas.
Contoh: Demonstrasi para buruh terhadap pengusaha yang menuntut kenaikan upah karena ketidaksesuaian antara upah dengan tingkat kesulitan pekerjaannya.
Hal tersebut menggambarkan konflik antara kelas para buruh dengan pengusaha.

Konflik antarkelompok sosial
 Dalam sistem keamasyarakatan terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku,dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik. Contoh: tawuran pelajar  antar sekolah

Konflik antargenerasi
Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.
Contoh: Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.

Pemuda dan Sosisalisasi Warga Negara dan Negara

Organisasi Silat Pemuda Cilandak


Pengertian Pemuda
Pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 – 15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 – 13 tahun.
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.
Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.

Istilah sosialisasi sudah familiar juga. Banyak orang menggunakannya untuk berbagai keperluan. Sampai saat ini masih saja banyak orang yang latah menggunakan kata yang satu ini, karena tidak pas penggunaannya. Sama saja halnya dengan orang memakai cincin. Memang cincin di pasangkan pada jari tanggan. Akan tetapi ada saja orang memasangnya pada jari telunjuk atau ibu jari. Padahal sebaiknya, agar indah dipandang tentunya dipasang pada jari manis.
Dalam tulisan pendek ini akan dijelaskan pengertian dasar dari kata sosialisasi. Kata sosialisasi berasal dari kata sosial. Kata  “sosial” digunakan untuk menunjukan sifat dari makhluq yang bernama manusia. Sehinga munculah ungkapan manusia adalah makhluk  sosial. Unkapan ini berarti bahwa mnusia harus hidup berkelompok atau bermasyarakat. Mereka tidak dapat hidup dengan baik kalau tidak berada dalam kelompok atau masyarakat. Dengan kata lain untuk hidup secara memadai dia harus berhubungan dengan orang lain. Masing-masing manusia (orang) saling membutuhkan pertolongan sesamanya.
Di dalam hubungan antara manusia dengan manusia lain yang paling penting proses   terjadi adalah suatu reaksi yang menyebabkan munculnya berbagai tindakan.  Reaksi itu disebut dengan proses sosial. Proses sosial itu terjadi disebabkan karena dalam tiap-tiap diri mausia Allah telah menanamkan mawaddah dan  rahmah.
Mawaddah adalah perasan atau keinginan yang berupa harapan.  Setiap orang memiliki   harapan-harapan terhadap orang lain, terutama yang terdekat dengan dia. Seperti harapan tidak disakiti, harapan untuk selalu membantu dan harapan lainnya. Sebaliknya dalam tiap diri manusia itu ada sifat rahmah, dengan sifat ini seseorang selalu membantu atau mengasihi orang lain terutama yang terdekat dengan dia. Tiap orang selalu memberi atau mengasihi. Yang diberikan itu tentu saja dalam pengertian luas, bisa berupa perlindungan atau tidak menyakiti atau membantu meringankan kerja dan lain sebagainya. Makanya dengan sifat dasar dari manusia itu terjadilah interaksi. Dalam sosiologi biasa disebut dengan istilah interaksi social.
            Dari pengertian diatas Saya akan menjelaskan organisasi pemuda khususnya di daerah Cilandak tempat dimana saya tinggal. Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Di Indonesia banyak sekali organisasi pemuda dengan beragam kegiatannya contohnya yang paling sering kita jumpai seperti karang taruna. Namun, di daerah tempat tinggal saya organisasi karang taruna sudah kurang aktif dikarenakan pemuda disana sibuk dengan kegiatannya masing – masing, tapi pada saat hari besar seperti acara Peringatan 17 Agustus 1945 mereka bergemuruh untuk menyambutnya dengan cara menghias lingkungan bernuansa Merah Putih. Untuk lebih meriah mereka mengadakan kegiatan perlombaan bagi anak kecil hingga orang dewasa. Tujuannya meningakatkan silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Cilandak, Jakarta Selatan khususnya. Serta untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur untuk kemerdekaan Indonesia.
            Kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan hanya setahun sekali, maka saya akan membahas kegiatan yang masih aktif di lingkungan Cilandak khususnya yaitu perguruan silat betawi yang bernama Seliwa Cahaya. Saya sedikit mengenal dengan pemuda di perguruan tersebut dan saya banyak bertanya tentang sejarah dari perguruan tersebut. Secara umum Pencak Silat adalah hasil budaya manusia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna untuk meningkatkan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Dariseorang guru di perguruan ini menjelaskan silat itu berasal dari kata “silaturahmi” mengapa demikian? dia berkata “sebenarnya kumpul bersama seperti sharing pengalaman dan lainnya itu termasuk silaturahmi, tapi yang sering kita lihat kan hannya bicara saja. Dari pada hanya bicara lebih baik kita lakukan olahraga agar lebih bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan mengangkat nilai budaya betawi disini. Dan olahraga yang sudah menjadi turun – temurun itu pencak silat.  Maka dari itu kita dirikan perguruan silat Seliwa Cahaya” begitu tuturnya.
            Dalam permainan di perguruan silat ada yang namanya istilah jurus, kembangan, tutuh mata dan urut tangan. Itu semua adalah adat atau kebiasaan yang sudah turun temurun dari perguruan silat ini. Saya akan menjelaskan pengertian tersebut satu per satu.
Jurus
            Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan pencak silat saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.dalam perguruan silat ini ada beberapa nama jurus salah satunya seperti seliwa empat tendang, langkah tiga serot, langkah tiga kurung dan lainnya.
Kembangan
            Jurus atau Kembangan adalah adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh. Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
Kuncian
            Kuncian adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata musuh. Kuncian melibatkan gerakan menghindar, tipuan, dan gerakan cepat yang biasanya mengincar pergelangan tangan, lengan, leher, dagu, atau bahu musuh.   
     
Tutuh Mata
            Tutuh mata  yaitu di teteskannya mata setiap siswa dengan air cabai, maksud dari tindakan meneteskan mata  itu dengan air cabai agar setiap siswa dapat melihat dengan jelas segala pergerakan musuh dan dengan sigap siswa menangkis setiap pukulannya. Kegiatan ini dilakukan ketika siswa sudah masuk jurus empat silem, langkah tiga serot dan terakhir langkah tiga kurung. Sebelum tutuh mata dimulai tiap siswa diurut tangannya oleh sang guru besar yang sering dipanggil “ngkong Lamin”. Maksud dari mengurut tangan setiap siswa adalah untuk mengukur kekuatan tangan selama latihannya. Setelah di urut kemudian dilakukannya kegiatan menutuh mata siswa. Pada saat mata ditutuh semua siswa merasa kesakitan, dibalik kesakitan itu tiap siswa di uji kesabarannya hingga mata mereka secara perlahan terbuka dan dapat melihat dengan jelas seperti biasanya. Setelah mereka dapat melihat lagi seperti biasa, mereka semua makan – makan dengan lauk nasi ketan dan ayam kampung yang sudah dibakar bersama tetangga sekitar. Disinilah bagian terpenting yaitu interaksi social antara warga sekitar yang dekat dengan lingkungan mereka latihan silat.
            Membawa ayam kampung dan ketan adalah sebuah adat dan bukan sebuah alasan yang berbau mistik. Ini adalah silat yang sudah turun – temurunl, dahulu sekitar tahun 70-an masih banyak orang yang tidak punya uang tapi mereka punya banyak hewan peliharaan, sawah yang cukup luas untuk menanam pepohonan yang mengahasilkan buah, dan menanam padi, jagung, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari mereka. Membawa seekor ayam pada zaman itu adalah bakti seorang siswa kepada sang guru. Lalu sang guru memotong sebagian ayam untuk makan bersama setelah mata siswa ditutuh dan sebagiannya dipelihara.
            Pencak silat juga dapat mengharumkan nama Negara khususnya dalam bidang seni dan kejuaraan nasional maupun internasional. Dan dalam bemasyarakat berguna untuk kegiatan seni palang pintu untuk mengarak acara pernikahan dalam adat betawi. Dan dapat dijadikan sebuah kegiatan jasa yang ingin mengadakan pesta pernikahannya dengan adanya seni palang pintu.

Jumat, 13 Januari 2012

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Keluarga Ideal 

1.      Individu 

          Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat Dalam ilmu sosial , individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat .Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

2.      Keluarga

Keluarga dalam bahasa sansekerta “kulawarga” ; “ras” dan “warga” yang artinya” anggota “ adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.

3.     Masyarakat
 
Masyarakat merupakan salah satu satuan system social, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society, sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang artinya ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.
           
Menurut saya keluarga yang ideal adalah keluarga yang Sakinah Mawadah Wa Rahmah. Karena Indonesia Negara yang mayoritasnya beragama Islam maka dari itu saya akan menyimpulkan sedikit perngertian keluarga sakinah mawadah wa rahmah. Dalam bahasa Arab, kata sakinah di dalamnya terkandung arti tenang, terhornmat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Namun, penggunaan nama sakinah itu diambil dari al Qur’an surat 30:21, litaskunu ilaiha, yang artinya bahwa Allah SWT telah menciptakan perjodohan bagi manusia agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain.Jadi keluarga sakinah itu adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.

Wa artinya Dan. Sedangkan Rahmah (dari Allah SWT) yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, rejeki. (lihat : Kamus Arab, kitab ta’riifat, Hisnul Muslim (Perisai Muslim) Jadi, Rahmah adalah jenis cinta kasih sayang yang lembut, siap berkorban untuk menafkahi dan melayani dan siap melindungi kepada yang dicintai. Rahmah lebih condong pada sifat qolbiyah atau suasana batin yang pada wujud kasih sayang, seperti cinta tulus, kasih sayang, rasa memiliki, membantu, menghargai, rasa rela berkorban, yang terpancar dari cahaya iman. Sifat rahmah ini akan muncul manakala niatan pertama saat melangsungkan pernikahan adalah karena mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasulullah serta bertujuan hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

            Dalam sebauah organisasi pasti ada seorang ketua, begitu juga dalam sebuah keluarga. Setiap keluarga diketuai oleh seorang kepala keluarga yang biasa disebut sebagai Ayah / Bapak. Di Indonesia ada jutaan kepala keluarga yang berbeda – beda karakternya yang dapat dilihat dari interaksinya kepada anggota kelurganya dan orang lain. Setiap kepala keluarga mempunyai kewajiban yang sama yaitu berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu menuntun istri dan anaknya menjadi hamba yang di ridhai Allah SWT. 

            Seorang Istri berusaha menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata. Seperti melayani suami, mendidik putra-putrinya tentang agama islam dan ilmu pengetahuan, mendidik mereka dengan akhlak yang mulia, menjaga kehormatan keluarga, memelihara harta suaminya, dan membahagiakan suaminya. Istri adalah sebutan untuk pasangan bagi suami sedangkan sebutan untuk anak adalah Ibu secara umumnya. Bermacam – macam panggilan seorang anak kepada ibunya seperti Mama, Bunda, Umi dan lain sebagainya.
            Kewajiban setiap anak adalah berbakti kepada kedua orang tua dan belajar. Saya masih ingat tentang perkataan yang sering dikatakan oleh guru saya pada saat sekolah menengah pertama. Beliau mengatakan bahwa ridha Allah itu tergantung pada ridha orang tua maksudnya adalah setiap anak harus selalu berbakti kepada orang tuanya dan jangan pernah menyebutkan perkataan kasar dan menyebabkan mereka berduka. Jika mereka berduka karena kelakuan anak yang tidak baik maka dapat disimpulkan ada ketidakikhlasan / ridha mereke kepada anaknya. 

Biasanya seorang anak itu sangat dekat dengan ibunya. Ibu adalah seorang wanita yang paling sayang kepada anaknya. Perjuangannya sangat besar dari ia mengandung sampai melahirkan. Maka dari itu ibu mempunyai posisis lebih tinggi dari ayah. Dalam sebuah hadits disebutkan “seorang pernah bertanya urutan orang yang harus dihormati dan dihargai. Rasulullah menjawab , “ Ibumu “. Dia bertanya lagi “ kemudian siapa ? “ , Beliau menjawab “ Ibumu “, dia bertanya lagi “ kemudian siapa ? “, Beliau menjawab “ Ibumu “, dia bertanya lagi “ Kemudian siapa ? “ Beliau menjawab “ Ayahmu “. Dan sebuah buku seri ilmu manajemen yang berjudul Kreatifitas yang pernah say a baca ternyata didalamya berisi bahwa penelitian – penelitian oleh para ahli psikologi J. Singer dan R. Schonbar dari Yale University di Connectitug menunjukkan bahwa orang – orang yang lebih dekat kepada ibu mereka cenderung menjadi pemikir kreatif, karena suatu penyebab, dibandingkan dengan orang – orang yang lebih dekat kepada ayah mereka. Akan tetapi, para peneliti tidak menemukan bahwa para ibu lebih kreatf daripada para ayah.