Setiap manusia pasti mempunyai harapan karena itu anugerah dari Yang Maha Kuasa. Harapan adalah keinginan supaya sesuatu terjadi. Sebelumm terwujudnya suatu harapan manusia akan berfikir bagaimana caranya agar tercapainya setiap harapan yang diinginkan.
Untuk mewujudkah dalam setiap harapan yang diinginkan kita harus berdo'a, sungguh - h sungguh dalam berusaha, ikhtiar, dan tawakal. Segala sesuatu itu tergantung pada niatnya. Biasanya orang yang ingin sekali harapannya itu tercapai, maka ia sangat
bersungguh - sungguh dalam berusaha.
Terkadang dalam menanti suatu kabar baik atau tercapainya harapan yang diinginkan, manusia mengalami perasaan yang bermacam - macam. Kadang membuat gelisah dirinya karena terlalu dipikirkan sehingga menjadi beban. Maka dari itutiap manusia butuh ketenangan diri yaitu dengan berdzikir bagi umat Islam. Maka dari itu kita harus tetap tenang agar hati ini tetap senang. Karena dalam hati yang tenang imannya menang.
Tampilkan postingan dengan label IBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBD. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Juni 2012
Jumat, 22 Juni 2012
Manusia dan Kegelisahan
Gelisah dalam kamus besar bahasa
Indonesia adalah tidak tentram hatinya seseorang, tidak dapat tenang dalam
tidurnya, tidak sabar lagi menanti. Orang yang sedang gelisah itu bagai bulan disaput awan yang artinya
orang yang sedang sedih dan murung wajahnya. Gelisah juga sering disebut - sebut
dalam pergaulan sehari - hari kita yaitu dengan kata Galau. Banyak faktor yang
dapat mendatangkan kegelisahan pada diri seseorang. Kegeisahan pada seseorang
dapat dilihat dari raut wajahnya terlihat murung.
Sebab – sebab orang gelisah adalah
karena pada hakikatnya takut kehilangan hak – haknya. Banyak faktor yang
menyebabkan orang mengalami kegelisahan, salah satunya adalah mendapatkan kabar
yang kurang baik, mendapat kabar untuk memilih dari salah satu dari dua pilihan yang mana sangat sulit untuk dipilih,
dan yang paling sering kita lihat dari kehidupan nyata walaupun kehidupan tidak
real (televisi) yaitu tentang hubungan percintaan anak muda yang sedang
menggebu – gebu (labil) dimana hubungan mereka dapat menyababkan kegelisahan
muda – mudi tersebut.
Dari banyak yang menyababkan
kegelisahan setiap orang, maka diperlukan usaha untuk mengatasi setiap
kegelisahan yang dialami. Mengatasi kegelisahan itu dimulai dari diri sendiri,
yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan bersikap tenang maka kita dapat
berfikir lebih santai, sehingga segala kesulitan yang kita alami dapat diatasi
dengan baik. Bagi orang yang religius maka setiap ia mengalami kegelisahan maka
ia akan ingat kepada sang pencipta dan mohon do’a agar ia lebih tenang dan
diberi kelancaran dalam setiap usahanya untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
Jika kita
melihat orang yang sedang murung mungkin kita hanya memberikan saran dan masukan
untuk menuju kehidupan yang lebih baik, karena kita tidak dapat mersakan apa
yang orang yang bersangkutan itu rasakan. Kalau dalam peribahasanya seberat – berat mata memandang, berat juga
bahu memiku yang artinya seberat apapun penderitaan orang yang melihat,
lebih berat orang yang mengalaminya.
Kamis, 24 Mei 2012
Manusia dan Tanggung Jawab
Manuisa adalah makhluk yang barakal budi; makhluk
social yang tak luput dari hubungan interkasi dengan sesamanya. Tanggung jawab
adalah kedaan wajib menanggung segala sesuatunya. Setiap manusia mempunyai
tanggung jawab social yang terpikul di bahunya. secara kita tidak langsung kita
sudah diajari untuk bertanggung jawab dalam kehidupan sehari – hari. Contohnya
kita dapat melihat kegiatan orang tua kita yaitu ayah dan ibu yang selalu
menyayangi kita. Ayah adalah seorang pemimpin atau kepala keluarga dalam
kehidupan berumah tangga. Seorang ayah mempunyai tanggung jawab bekerja dan
berusaha untuk menfkahi kehidupan istri dan anaknya. Kemudian tanggung jawab
seorang ibu adalah menyiapkan segala kebutuhan sehari – hari suami dan anaknya
seperti menyiapkan makanan untuk mereka. Itu adalah contoh terdekat dalam
kehidupan kita yang dapat disimpulkan dan masih banyak tanggung jawab lainnya
yang kita dapat pelajari orang lain.
Pada
saat kita kecil didalam pikiran kita adalah bermain. Kemudian orang tua kita
menghibur kita dengam membellikan mainan untuk kita. Dan pasti orang tua kita
mengajarkan tanggung jawab kepada kita untuk memberekan mainan yang dimainkan
agar tidak berserakan didalam rumah. Dari itu kita sudah diajarkan untuk
merpikan dari segala yang kita telah perbuat. Dengan berjalannya waktu kemudian
setiap anak diberikan pengajaran oleh orang tuanya yaitu dengan memasukannya di
rumahnya ilmu pengetahuan bagi anak bangsa yaitu SD, SMP, SMA dan Pergurruan
Tinggi. Dari sekolah itulah tiap anak belajar banyak pengetahuan. Dari sebuah
pendidikan dan pengajaran tiap anak dapat mengetahui dari apa yang belum
diketahuinya.
Kamis, 05 April 2012
Narkoba membawa Derita
Manusia sebagai makhluk sosial, bermula dari kemampuan yang terbatas timbullah sifat membutuhkan orang lain kemudian dengan sendirinya hidup ini dengan harus bergaul dengan masyarakat agar kesatuan sebagai individu ataupun sebagai Warga Negara bisa saling meringankan beban satu sama lainnya. Setiap individu mempunyai karakter yang berbeda, meskipun demikian mereka saling membutuhkan sata sama lainnya. Hidup ini saling berdampingan ada baik dan buruk, ada pria dan wanita, ada cinta dan benci, ada benar dan salah, ada kebahagian ada penderitaan.
Setiap manusia tidak lepas dari pergaulan atau interaksi dengan sesamanya dari kecil hingga dewasa. Ketika remaja manusia semakin banyak teman dengan beragam kebiasaannya dari pergaulan yang buruk hingga yang baik. Semua tergantung pada diri mereka masing – masing yang akan memilihnya. Jika kita bergaul dengan orang baik maka kita akan ikut baik dan sebaliknya. Pada saat remaja inilah manusia masih labil atau sangat mudah dipengaruhi teman sebayanya. yang membahayakan adalah pergaulan yang sangat negatif yaitu mengkonsumsi narkoba. Yang paling berpengaruh adalah dikalangan anak pelajar yakni siswa SMP, SMA hingga mahasiswa.
Narkoba adalah salah satu gaya hidup yang telah merusak tatanan/ nilai hidup anak bangsa. Belum lagi dampak kompleks yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba, diantaranya : terjangkitnya penyakit mematikan HIV-AIDS melalui jarum suntik, menjadi prilaku kriminal, kehancuran keluarga dan rumah tangga, kehilangn kesempatan berkarya, kehilangan masa depan, dan putus sekolah.
Narkoba dapat merusak kesehatan manusia terhadap fisik dan perilaku.
Dampak narkoba terhadap fisik :
v Muka pucat
v Berat badan turun derastis
v Matanya akan terlihat cekung dan merah
v Tangannya dipenuhi bintik – bintik merah
v Buang air kecil dan besar tidak teratur
Dampak narkoba terhadap prilaku :
Ø Malas
Ø Tidak bertanggung jawab
Ø Sering meninggalkan tugas rutinnya
Ø Mencuri uang dirumah, sekolah, ataupun tempat kerja
Ø Sering menyendiri
Ø Menjauh dari keluarga
Ø Menggadaikan barang – barang berharga yang ada di rumah
Ø Sering ingkar janji dengan berbagai alasan
Ø Bersikap manipulatif
Ø Mengeluarkan keringat berlebihan
Orang menggunakan bahan – bahan norkotika itu disebabkan banyak faktor seperti pergaulan bebas, tidak harmonisnya hubungan anak kepada orang tuanya, dan lain sebagainya. Ketika orang menggunakan narkoba mereka merasa hidupnya bebas tidak adak masalah yang membebaninya. Padahal ia mengundang masalah baru yang akan menghantui dirinya yang membawa penderitaan bagi dirinya. Efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat seseorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
Narkoba membuat derita bagi si pecandu. ketika si pecandu merasa kesakitan (sakaw) karena kehabisan stoknya maka pada saat itu ia merasakan sakit yang luar biasa. Rasa sakit itu seperti kepalanya pusing, tubuhnya terasa seperti ditusuk - tusuk duri, untuk berjalan saja tidak kuat apalagi untuk berlari, dia hanya menjerit kesakitan dan dihantui oleh rasa penyesalan yang mendalam. Lalu ketika ia merenung atas kesakitan itu pasti terpikir olehnya untuk melepaskan kehidupan yang kelam itu dari dirinya.
Jika sudah menjadi pecandu akan sulit untuk melepaskan kehidupan yang membuat fly sesaat saja dan derita yang panjang. Maka perlu adanya rehabilitasi. Proses Penyusunan Standardisasi Rehabilitasi Medik dan Sosial bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba tentunya melalui pelaksanaan sebagai berikut:
1. Standardisasi tempat pelayanan di Indonesia dapat dilaksanakan secara sistematis dan terarah melalui metode yang baik, diakui dan ilmiah dengan mempedomani Standar Pelayanan balai Terapi dan Rehabilitasi Narkoba.
2. Panduan bagi para pelaksana baik di tingkat BNN dan BNP dalam melaksanakan program standardisasi pelayanan tempat penanggulangan Narkoba.
3. Rujukan ilmu (Pendidikan dan Pelatihan), bahan laboratorium dan penderita bagi instansi terkait dalam melaksanakan program yang sama
4. Panduan dan pedoman dalam melakukan pembinaan tempat-tempat pelayanan Terapi dan Rehabilitasi penyalahguna Narkoba.
Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi menyampaikan pengetahuan dan pengajaran secara fungsional di lembaga-lembaga pendidikan formal, mulai dari SD, SLTP, SMU/SMK, sampai dengan Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah untuk memberikan bekal tentang pengetahuan keagamaan. Dengan harapan siswa dapat mengkaji lebih mendalam hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan.
1. Standardisasi tempat pelayanan di Indonesia dapat dilaksanakan secara sistematis dan terarah melalui metode yang baik, diakui dan ilmiah dengan mempedomani Standar Pelayanan balai Terapi dan Rehabilitasi Narkoba.
2. Panduan bagi para pelaksana baik di tingkat BNN dan BNP dalam melaksanakan program standardisasi pelayanan tempat penanggulangan Narkoba.
3. Rujukan ilmu (Pendidikan dan Pelatihan), bahan laboratorium dan penderita bagi instansi terkait dalam melaksanakan program yang sama
4. Panduan dan pedoman dalam melakukan pembinaan tempat-tempat pelayanan Terapi dan Rehabilitasi penyalahguna Narkoba.
Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi menyampaikan pengetahuan dan pengajaran secara fungsional di lembaga-lembaga pendidikan formal, mulai dari SD, SLTP, SMU/SMK, sampai dengan Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah untuk memberikan bekal tentang pengetahuan keagamaan. Dengan harapan siswa dapat mengkaji lebih mendalam hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan.
Dalam praktik sehari-hari terdapat hal-hal yang turut serta mempengaruhi Pendidikan Agama Islam terhadap siswa. Hal-hal yang mempengaruhi Pendidikan Agama Islam terhadap perkembangan siswa menyangkut tiga aspek (Depag RI, 2001:42-43). Ketiga aspek itu antara lain:
a. Aspek keyakinan (Aqidah)
Yang disebut keyakinan (aqidah) adalah sesuatu yang berkenaan dengan keimanan terhadap Allah SWT dan semua yang telah difirmankan untuk diyakini. Keyakinan seseorang mudah sekali goyah dan terpengaruh. Hal tersebut sebagai akibat dari lemahnya nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan yang ada dalam diri seseorang.
b. Aspek norma atau hukum (syari’ah)
Yang dimaksud norma atau hukum (syari’ah) adalah aturan-aturan atau ketentuan yang telah ditentukan oleh Allah SWT yang mengatur tentang hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta. Aspek ini sering disalahgunakan dalam praktik sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman seseorang terhadap norma atau hukum yang mengatur tentang tata hubungan seseorang berdasarkan nilai-nilai keagamaan.
c. Aspek Perilaku (akhlak)
Yang dimaksud dengan perilaku (akhlak) ialah sikap-sikap atau perilaku yang tampak dari pelaksanaan aqidah dan syariah. Persoalan akhlak menyangkut perkembangan kepribadian seseorang. Seseorang akan mempunyai akhlak yang mulia apabila ia telah memiliki dasar-dasar keimanan dan ketaqwaan. Tetapi, bila dasar keimanan dan ketaqwaan seseorang rendah, maka rendah pula akhlak dan moral seseorang. Mereka akan berbuat apa saja yang menurut pikiran dan perasaan walaupun bertentangan dengan ajaran Agam Islam.
“Kalau kita ingat selalu kepada Allah maka kita akan selalu takut untuk melakukan perbuatan maksiat, cinta kepada Allah artinya taqwa.
Jika kita sayang kepada orang tua kita maka kita tidak akan melakukan perbuatan maksiat yang akan menyakitkan perasaannya, cinta kepada orang tua artinya bakti.
Jika kita ingin orang yang berguna bagi orang tua dan bangsa maka jangan sia-siakan akan nikmat - nikmat yang diberikan Allah, cinta kepada diri sendiri artinya bijaksana.”
Kamis, 29 Maret 2012
Manusia dan Cinta Kasih
cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih dan sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.
Cinta mungkin sebuah kata agung yang paling sering membuat seseorang tergugu di hadapannya. Segala teori dan argumentasi yang dilontarkan akan lumpuh begitu saja saat kita sendiri yang mengalami bagaimana hebatnya cinta itu mempengaruhi diri kita. Mungkin sulit dipahami bagi orang yang sedang tak mencinta, bagaimana rasa cinta itu menjelma menjadi ratusan ribu pulsa telepon, berlimpahnya waktu untuk menunggu yang terkasih walau kita sedang dalam deadline ketat, terbuka lebarnya mata mengerjakan tugas-tugas demi membantu yang tersayang. Bongkahan pengorbanan yang tak rela dipecahkan…
Merasakan cinta seperti merasakan hangatnya matahari. Kita selalu merasa kehangatan itu akan terus menyirami diri. Setiap pagi menanti mentari, tak pernah terpikirkan akan turun hujan atau badai karena kita percaya semua itu pasti akan berlalu dan mentari akan kembali, menghangati ujung kaki dan tangan yang sedikit membeku. Mentari ada di sana, dan dia pasti setia.
Cinta yg paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Arrahman adalah Kasih Sayang Allah untuk seluruh makhluknya, fasiq, dhalim, shalih, muslim, non muslim, kebagian Rahmatnya Allah. Arrahim adalah Kasih Sayang Allah khusus untuk mereka yang beriman. Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.
Allah menciptakan cinta di antara manusia. Dia yang paling hebat, paling tahu bagaimana cinta itu, bagaimana mencintai, bagaimana dicintai. Cinta manuisa kepada Allah yaitu dengan bertakwa kepada-Nya yakni mengerjakan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangann-Nya. Berpedoman dengan Al-qur’an dan Al-Hadits. Amal perbuatan yang paling dicintai Allah yang disabdakan Rasululah dalam Shahih Bukhari yaitu Sholat pada waktunya, bakti kepada Ayah Bunda, serta jihad di jalan Allah SWT.
Salah satu rukun didalam shalat adalah membaca Surah Al-Fatihah. Surah ini dinamakan Al-Fatihah (Pembukaan) karena ia dijadikan sebagai pembuka dan permulaan Al-Quran.
Surah ini juga dinamakan Ummul Quran (ام القــرآن - Ibu Quran) atau Ummul Kitaab (ام الكتاب - Ibu Kitab) kerana ia merupakan ibu atau induk kepada semua isi Al-Quran dan menjadi inti sari dari kandungan Al-Quran itu sendiri.
Ada sebuah riwayat bagi orang yang suka membaca atau belajar Al – Qur’an :
AL-QUR'AN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua
mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang
kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?"
Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun
malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?"
Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T.
Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan
mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar
dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi
ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."
Kebanyakan seorang anak belajar Al – Qur’an itu dari orang tuanya dari ia kecil. Setiap orang tua yang itu ingin anaknya manjadi anak yang sholeh dan sholeha. Bermanfaat bagi nusa dan bangsa disertai dengan keimanan. Kebanyakan anak itu sangat dekat hubungannya dengan ibunya, karena kasih ibu yang sangat tulus kepada anaknya. Cinta anak kepada orang tuanya adalah selalu berbakti kepadanya, tidak menyinggung perasaannya, dan selalu mendo’akannya. Ridho-nya Allah itu tergantung kepada ridho-nya orang tua. Jika orang tua sudah ikhlas maka mudahlah segala urusan seorang anak itu. Misalkan dalam hal belajar, ujian, dan lainnya.
Senin, 12 Maret 2012
Seni Bela Diri Nenek Moyang
Manusia dalam kehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak sekali. Adanya kebutuhan hidup inilah yang mendorong manusia untuk melakukan berbagai tindakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut. Nilai – nilai budaya ini adalah jiwa dari kebudayaan dan menjadi dasar dari segenap wujud kebudayaan. Disamping nilai – nilai budaya ini keudayaan diwujudkan dalam bentuk tata hidup yang merupakan kegiatan manusia yang mencermikan nilai budaya yang dikandungnya. Pada dasarnya tata hidup merupakan pencerminan yang konkret dari nilai pancaindera sedangkan nilai budaya hanya terangguk oleh budi manusia. Di samping itu maka nilai budaya dan tata hidup manusia ditopang oleh perwujudan kebudayaan yang ketiga yag berupa sarana kebudayaan. Sarana kebudayaan ini pada dasarnya merupakan perwujudan yang bersifat fisik yang merupakan produk dari kebudayaan atau alat yang memberikan kemudahan dalam berkehidupan. . Kuntjaningrat (1974) secera lebih rinci membagi kebudayaan menjadi unsur – unsur yang terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharaian serta sistem teknologi dan peralatan.
Indonesia mempunyai keanekaragaman alam dan budaya. Salah satu budaya adalah seni bela diri pencak silat. Istilah silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang digunakan adalah pencak silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia. Nama "pencak" digunakan di Jawa, sedangkan "silat" digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya kini istilah "pencak" lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan "silat" adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan.
Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri yang ditujukan untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari tantangan alam. Mereka menciptakan bela diri dengan menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitarnya, seperti gerakan kera, harimau, ular, atau burung elang. Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.
Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke -14 di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari Randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi terdapat tradisi "palang pintu", yaitu peragaan silat Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil. Acara ini biasanya digelar sebelum akad nikah, yaitu sebuah drama kecil yang menceritakan rombongan pengantin pria dalam perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang dikisahkan juga menaruh hati kepada pengantin wanita. Maka terjadilah pertarungan silat di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria yang tentu saja dimenangkan oleh para pengawal pengantin pria.
Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.
Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:
- Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
- Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
- Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
- Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.
Beberapa nilai positif yang diperoleh dalam olahraga beladiri pencak silat adalah:
- Kesehatan dan kebugaran;
- Membangkitkan rasa percaya diri;
- Melatih ketahanan mental;
- Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi;
- Membina sportifitas dan jiwa ksatria;
- Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi.
Sumber : Buku Filsafat Ilmu dan Wikipedia Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)


