Sabtu, 14 Januari 2012

Pelapisan Sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
statifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Dampak positif Stratifikasi Sosial
Dengan adanya stratifikasi social akan berdampak positif bagi masyarkat. Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.
Contoh: Seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan dimasa depan.
Mobilitas sosial atau pergerakan individu menuju status social yang berbeda, dan hal itu dapat  mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
Contoh: Sistem perekonomian pada Negara berkembang misalnya, Indonesia yang sedang mengalami perubahan perekonomian dengan menimbulkan revolusi industri yaitu perpindahan system perekonomian masyarakat dari masyarakat yg bermatapencaharian di bidang agraris ke masyarakat di bidang industri. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang berkualitas. Dan kondisi tersebut perlu didukung dengan peningkatan  dalam bidang pendidikan.
Dampak Negative Stratifikasi Sosial
Pada aspek negative ada tiga dampak negative stratifikasi social
1. konflik antar kelas
2. konflik antar kelompok social
3. konflik antargenerasi


Konflik antarkelas
Dalam sistem keamasyarakatan, terdapat lapisan-lapisan sosial karena ukuran-ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas-kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan menimbulkan konflik antarkelas.
Contoh: Demonstrasi para buruh terhadap pengusaha yang menuntut kenaikan upah karena ketidaksesuaian antara upah dengan tingkat kesulitan pekerjaannya.
Hal tersebut menggambarkan konflik antara kelas para buruh dengan pengusaha.

Konflik antarkelompok sosial
 Dalam sistem keamasyarakatan terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku,dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik. Contoh: tawuran pelajar  antar sekolah

Konflik antargenerasi
Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.
Contoh: Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar