Minggu, 24 November 2013

Selamat Tinggal Winamp

CHIP.co.id - Perjalanan pemutar musik Winamp telah berakhir. Di situs resminya Winamp.com, tertulis pengumuman kalau Winamp.com dan produk terkait (termasuk Winamp Media Player) akan dihentikan per 20 Desember 2013.
Winamp sendiri adalah aplikasi pemutar musik paling populer di era 90-an. Dibuat oleh Nullsoft yang digawangi Justin Frankel dan Dmitry Boldyrev, Winamp seperti menjadi aplikasi yang wajib dimiliki pengguna PC seiring melejitnya format MP3.
Namun kesuksesan itu tersebut meredup setelah Nullsoft dibeli AOL, perusahaan media AS. Dalam sebuah wawancara dengan Ars Technica tahun lalu, Rob Lord yang merupakan manajer pertama Nullsoft, berkeyakinan Winamp sebenarnya bisa menjadi iTunes sekarang. Namun Rob menuding menuding kesalahan manajemen yang dilakukan AOL membuat Winamp kehilangan pamornya.
Sebenarnya, Winamp tetap mencoba relevan dengan merilis serangkaian pembaruan, termasuk merilis dalam format MacOS dan Android. Namun, kejatuhan Winamp sudah tidak terelakkan. Jadi jika masih ingin menggunakan Winamp sebagai bahan nostalgia, Anda harus mengunduh Winamp sebelum tanggal 20 Desember besok.
Selamat tinggal Winamp.

sumber : http://chip.co.id/news/apps/9023/selamat_tinggal_winamp

Analisis : 

KELEBIHANNYA adalah : 
1. mendukung untuk audio populer dan video-termasuk format 3GP, AAC, AVCHD, MPEG-4, WMV, dan WMA. It also supports most AVI, DivX, MOV, and Xvid files. Ini juga mendukung sebagian besar file AVI, DivX, MOV, dan Xvid. 

2. fitur aliran musik dan video ke PC lain menjalankan perangkat yang kompatibel di sekitar rumah. Dengan Remote Media Streaming , Anda dapat menikmati musik atau video pada PC rumah Anda dari jalan. 

3. Modus Now Playing baru ini merupakan studi di minimalis: Ini hanya menunjukkan kontrol yang Anda butuhkan, sehingga tidak ada yang antara Anda dan musik atau video. Sebuah thumbnail taskbar baru dengan kontrol pemutaran preview membuat lebih mudah dan menyenangkan.

Intel Puji Laptop MacBook Air 2013


KOMPAS.com - Eksekutif Intel memuji laptop MacBook Air besutan Apple. Bukan lantaran bentuk cantik laptop tipis itu, melainkan baterainya.

"Kami sangat senang dengan MacBook Air," ujar wakil presiden senior grup PC klien Intel Kirk Skaugen dalam pertemuan dengan investor, sebagaimana dikutip dari CNet, Kamis (21/11/2013).

Skaugen menyanjung daya tahan baterai MacBook Air model tahun 2013 yang menggunakan prosesor Intel Core Generasi ke-4 (Haswell). Prosesor jenis ini mampu bekerja dengan performa baik, namun tetap hemat daya.

Media massa yang telah mengulas MacBook Air 2013, menggaris bawahi peningkatan baterai laptop tersebut yang bertahan hingga 12,5 jam. Daya tahan tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan MacBook Air produksi 2012 yang bertahan antara 6 sampai 7 jam.

"Bekerjasama dengan Apple, kami berhasil meningkatkan daya tahan baterai dari generasi ke generasi," lanjut Skaugen.

MacBook Air 2013 diperkenalkan dalam acara Apple World Wide Developer Conference (WWDC) pada Juni 2013 dan menjadi laptop pertama yang memakai prosesor Intel Haswell. Baterai yang bertahan "seharian" dijadikan daya tarik bagi Apple dalam hal pemasaran.

Tentu saja, Intel turut senang karena MacBook Air menggunakan prosesor bikinan perusahaannya. Skaugen juga berkomentar mengenai keputusan Apple memakai prosesor grafis Intel di lini produk MacBook dan iMac.

"Kami menyambut hangat langkah Apple menerapkan Intel Iris Pro Graphics pada sebagian iMac dan MacBook Pro," tutur Skaugen. 

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2013/11/24/0939313/Intel.Puji.Laptop.MacBook.Air.2013
Analisis :
Intel memuji Laptop Macbook Air 2013 karena memiliki daya tahan 2 kali lipat dari laptop biasa

Ulasan Sony Xperia Z1: Anti-Air dan Unggul dalam Sisi Kamera

CHIP.co.id - Awal bulan Oktober lalu, Sony Mobile Indonesia telah meluncurkan ponsel pintar terbarunya, Sony Xperia Z1. Melalui Xperia Z1, Sony melanjutkan tradisi keunggulan Xperia Z, yakni tahan air dan yang tak kalah penting, Sony terjun ke dalam persaingan menghadirkan kamera ponsel terbaik dengan menyematkan sensor 20,7 MP ke Xperia Z1. Melalui kamera tersebut, Sony menjamin pengguna ponsel ini dapat mengambil foto dan video dengan lebih baik.
Benarkah demikian? Simak ulasan berikut ini.
Desain
Struktur desain Xperia Z1 dirancang dengan sudut yang tak jauh berbeda dibandingkan Xperia Z.  Dengan sudut yang tidak lagi siku alias tumpul, Xperia Z1 memiliki lekukan yang terlihat elegan. Tak hanya itu, material kerangka bodinya telah menggunakan bahan alumunium, sehingga terlihat lebih premium.
Di bagian belakang, Xperia Z1 telah dilindungi dengan material kaca antipecah yang membuatnya terlihat lebih menarik. Namun, material kaca tersebut memiliki kekurangan, yaitu mudah lecet atau tergores saat CHIP menggunakannya selama beberapa pekan. Kelemahan lainnya, sisi belakang Xperia Z1 ini juga mudah meninggalkan bekas sidik jari. Ini termasuk mengejutkan karena Sony menggunakan bahan yang lebih buruk dibanding Xperia Z pada produk terbarunya.
Namun, Xperia Z1 juga memiliki keunggulan dibanding pendahulunya, Ia telah dibekali dengan sertifikasi IP55/IP58 karena mampu bertahan di dalam air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Sony merancang kemampuan ini dengan menyematkan penutup khusus berlapis karet pada port USB dan MicroSD yang terdapat di sisi kiri Xperia Z1 serta slot SIM Card yang terletak di sisi kanan. 
Hanya, port audio jack 3.5mm yang tidak dilindungi penutup khusus. Uniknya, biarpun tidak dilindungi penutup khusus, saat CHIP mengguyur port audio jack tersebut, Xperia Z1 masih berfungsi normal.
Selain port USB dan MicroSD yang terdapat di sisi kiri Xperia Z1, Anda juga bisa melihat adanya pin magnet untuk aksesoris Magnetic Charging Dock DK31. Di sisi kanan, Anda Anda bisa menemukan tombol power, volume, dan shutter untuk kamera. Jika Anda ingin mengambil foto di bawah air, Anda bisa menggunakan tombol shutter tersebut. Ini merupakan jawaban Sony atas keluhan pengguna Xperia Z yang tak bisa memotret di dalam air 

Layar
Xperia Z1 memiliki layar yang sama dengan Xperia Z, yaitu 5 inci denganresolusi 1.920 x 1.080 pixel. Dengan resolusi tersebut, kepadatan pixel yang dihasilkan adalah 441 pixel per inch (ppi).
Kelebihan lainnya, Xperia Z1 telah mengususng teknologi Triluminos plus X-Reality for Mobile yang merupakan teknologi Sony yang telah disematkan ke dalam TV layar datar miliknya, Sony Bravia. Dengan teknologi tersebut, Xperia Z1 mampu menghadirkan gambar serta warna yang terlihat lebih jernih dan tajam.
Saat CHIP membawa Xperia Z1 ke luar ruangan, gambar di layar ponsel ini masih bisa terlihat jelas, meski terpapar di bawah sinar matahari. Sayangnya, kejernihannya sedikit menurun. Tatapi, Anda masih bisa mengaturnya melalui pengaturan “Brightness” di layar.
Selain kelebihan tersebut, Xperia Z1 ternyata memiliki kelemahan yang terkait dengan sudut penglihatan. Jika Anda melihat lurus sejajar dengan layar, warna dan kecerahan terlihat optimal. Namun, ketika Anda melihatnya bergeser ke atas atau ke bawah dan juga dari samping kiri atau kanan, kulitas gambar dan kecerahan terlihat kurang baik.
Kamera
Sony tampaknya sangat serius mengembangkan kamera Xperia Z1 untuk membautnya lebih superior dibanding seluruh ponsel Android yang beredar di pasar saat ini. Sony tak hanya mengandalkan resolusi sebesar 20,7 MP, tetapi juga melengkapi Xperia Z1 dengan G Lens f/2.0 berteknologi Exmor RS dan ditambah engine khusus untuk memproses foto, yaitu BIONZ.
Berkat adanya tombol kamera dan fitur Quick Launch, Anda bisa menuju aplikasi kamera dari mana saja. Caranya, Anda hanya perlu menahan tombol tersebut, bahkan ketika layar dalam keadaan mati.
Tombol fisik untuk memotret yang terdapat di Xperia Z1 memudahkan Anda untuk memotret lebih stabil daripada menyentuh tombol kamera di layar. Menariknya, Anda juga bisa memanfaatkan tombol fisik kamera tersebut untuk mengambil foto di dalam air.
Sony merancang struktur menu di antarmuka kamera Xperia Z1 dalam bentuk kotak-kotak yang disertai penjelasan secara rinci mengenai kemampuan fitur tersebut. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menemukan beberapa efek foto menarik yang bisa dipilih di mode AR Effect, seperti hutan dan wujud dinosaurus, ikan di kolam, kupu-kupu, dan beberapa efek lainnya.
Selain itu, lewat mode Info Eye, Anda bisa menemukan informasi penting dari internet terkait dengan objek foto yang dibidik. Anda pun bisa langsung membagi foto-foto hasil bidikan ke jejaring sosial dengan mengaktifkan mode Social Live.
Ada pula fitur lainnya, yaitu Timeshift Burst. Pengguna bisa memanfaatkan fitur ini untuk membidik sebuah subjek hingga 30 foto sekali tekan. Fitur HDR dan Superior Auto bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan foto berkualitas tinggi, tanpa perlu melakukan pengaturan khusus.Saat CHIP mencoba untuk membidik sebuah objek dalam kondisi minim cahaya, Xperia Z1 masih mampu menghasilkan gambar dengan baik. Bagi Anda yang hobi merekam video, kamera utama maupun kamera depan dengan ukuran 2 MP sanggup membuat video HD 1080p dengan kualitas yang cukup baik.

Antarmuka dan Aplikasi
Sony Xperia Z1 telah dibekali dengan sistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean yang telah dioptimalisasi dengan tampilan antarmuka khas Sony. Secara default, Xperia Z1 menyajikan lima layar beranda yang berisi aplikasi 4 x 4 ikon plus 4 ikon permanen di bagian bawah yang dapat Anda ubah-ubah. Xperia Z1 menggunakan tombol virtual “Back”, “Home”, dan “Recent Apps” di bagian layar paling bawah.


Analisis : 
Kehadiran Xperia Z1 merupakan bukti bahwa Sony tak pernah berhenti berinovasi dan mendengarkan masukan penggunanya. Ini bisa terlihat dari tombol shutter di Xperia Z1 untuk memotret di dalam air. 
Keputusan Sony untuk menghadirkan fitur kamera yang unggul bisa dibilang sangat tepat. Spesifikasi peranti keras terbaik saja tidaklah cukup karena semua ponsel premium sejatinya hampir memiliki spesifikasi peranti keras yang sama. Tak bisa disangkal, Xperia Z1 adalah salah satu ponsel Android berkamera terbaik, prosesor tercepat, dan baterai tahan lama berkat optimalisasi peranti lunak yang baik.
Sayang sekali, Sony masih tertinggal dibanding Samsung, setidaknya dalam hal penggunaan sistem operasi Android terbaru. Xperia Z1 hanya menggunakan Android 4.2.2, walaupun Sony sudah berjanji akan segera menghadirkan Android 4.4 KitKat.
Kamera terbaik, tahan air, prosesor terkencang, antarmuka indah sudah cukup membuat Xperia Z1 menyandang status salah satu ponsel Android terbaik saat ini. 

Ketika Anda menekan tombol “Recent Apps”, Anda bisa memanfaatkan fitur Small Apps yang tersaji apik di dalam ponsel ini. Aplikasi-aplikasi berukuran mini tersebut antara lain Clip, Bookmarks, Browser, Calculator, Calendar, Gmail, Mirror, Timer, Notes, dan Recorder (perekaman suara).
Aplikasi-aplikasi mini tersebut bisa Anda buka dan ditampilkan di area layar beranda atau saat Anda membuka aplikasi lainnya. Sayangnya, Anda tidak bisa membuka banyak aplikasi mini sekaligus. Anda hanya bisa membuka satu aplikasi mini sambil menjalankan aplikasi lainnya. Uniknya, aplikasi mini yang Anda jalankan dapat diubah-ubah ukurannya.

Benchmarking
Selama sepekan pengujian, Xperia Z1 terasa optimal dan tak pernah lag. Ini tentu tak mengherankan karena Xperia Z1 telah diperkuat oleh prosesor terkencang saat ini, Qualcomm Snapdragon 800 2,15 GHz MSM 8974 dan RAM sebesar 2 GB. Ia mampu menjalankan aplikasi apa pun tanpa hambatan. Sama dengan ponsel Android lainnya, Xperia Z1 akan lebih cepat panas ketika menjalankan aplikasi berat, seperti game dengan tampilan grafis tinggi.
Ketika CHIP menguji performa Xperia Z1 dengan aplikasi AnTuTu Benchmark 4.0.4, nilai yang dihasilkan adalah 30.329, jauh di atas Samsung Galaxy S4, HTC One, dan Google Nexus 10. Selain itu, saat CHIP mengujinya dengan aplikasi 3DMark, nilai yang dihasilkan adalah 16.304.
Xperia Z1 menggunakan baterai dengan kapasitas 3.000 mAh, sama dengan Xperia Z. Agar baterai bisa digunakan lebih lama, Sony telah menyematkan sebuah fitur hemat daya yang dinamakan Stamina Mode. Jika Anda menggunakan fitur tersebut, Xperia Z1 akan mematikan koneksi WiFi dan jaringan seluler ketika ponsel dalam keadaan sleep. Keuntungannya, Anda masih dapat menerima panggilan dan SMS.
Sony juga menyajikan fitur pilihan lainnya, yaitu Low Battery Mode. Fitur ini akan mematikan beberapa fungsi yang ada untuk menekan penggunaan daya lebih optimal.
CHIP mencoba dalam kondisi pemakaian normal, baterai Xperia Z1 dapat bertahan selama satu hari penuh tanpa terhubung ke charger. Saat memanfaatkan fitur Stamina Mode, ia mampu bertahan hampir dua hari.



Nokia Ejek BlackBerry di Twitter

KOMPAS.com - Akun Twitter resmi BlackBerry di Inggris, @UK_BlackBerry, mungkin tidak menyangka tweet promosi yang diunggahnya menjadi senjata makan tuan. Kalimat yang ditulis justru dimanfaatkan Nokia untuk menyerang BlackBerry.

Ceritanya, @UK_BlackBerry pekan lalu menulis pesan promosi yang kurang lebih berbunyi "Bekerjalah, lakukan apa yang diperlukan, jadilah pimpinan, pecahkan masalah, buat telepon penting, wujudkan yang berikutnya".

Maksudnya, kalimat itu ditujukan kepada kalangan "pengguna tradisional" BlackBerry, yaitu para pebisnis yang sibuk dengan segala macam kegiatan serius, seperti dideskripsikan dalam tweet.

Tweet tersebut turut melampirkan gambar berisi kalimat yang mengesankan bahwa ponsel BlackBerry hanya digunakan oleh orang-orang sukses. Jika dalam lingkungan seseorang tidak ada yang memakai Blackberry, maka pengguna tersebut sebenarnya tak punya teman yang "tepat".

Ternyata, ada pihak yang memerhatikan langkah promosi BlackBerry. Akun Twitter blog resmi Nokia, yang bernama @Nokia_Connects, membuat promosi tandingan yang membanggakan ponsel keluarga Lumia dan secara halus menyindir BlackBerry.

Dalam tanggapannya, akun tersebut menulis "Anda tak kenal orang yang punya (BlackBerry) karena mereka semua sudah beralih menggunakan Lumia". Promosi tandingan itu disertai tagar #SiwtchToLumia.

Kata-kata @Nokia_Connects lumayan menohok. Bukan rahasia bahwa BlackBerry sedang dilanda kesulitan dan sedang berusaha mempertahankan basis penggunanya.

Di sisi lain, perkembangan pangsa pasar platform BlackBerry dan Windows Phone (Nokia Lumia) belakangan memang menunjukkan kecenderungan yang bertolak belakang.

Laporan kuartal ketiga dari lembaga riset IDC, menunjukkan, pangsa pasar global Windows Phone tumbuh menjadi 3,7 persen dari 2 persen di tahun sebelumnya, sementara BlackBerry terus menyusut dari 4,1 persen menjadi 1,7 persen.

Saling ejek antar kompetitor sudah menjadi hal biasa di industri teknologi. Kubu Windows Phone yang diwakili Microsoft dan Nokia selama ini memang getol menyerang pesaing. Selain BlackBerry, Apple dan Android juga kerap jadi sasaran.
Analisis : Itulah gangguan eksternal bagi tiap perusahaan, munculnya sindiran dan lain sebagainya. Sindiran dapat menjadi acuan untuk memotivasi tiap perusahaan untuk mengmbangkan produk barunya.

Bosan, Remaja Tinggalkan Facebook

KOMPAS.com — Facebook akhirnya mengakui bahwa para remaja mulai menunjukkan kebosanannya dengan jejaring sosial. Pengakuan ini dilakukan oleh Facebook pada Rabu, 30 Oktober 2013. 

Seperti yang dilansir oleh CNet, CFO Facebook David Ebersman mengakui bahwa pengguna Facebook dalam kelompok remaja secara keseluruhan tidak tumbuh pada kuartal kedua dan ketiga. Mereka juga melihat adanya penurunan dari penggunaan Facebook sehari-hari oleh para remaja.

Diakuinya juga, Facebook tidak memiliki data yang akurat untuk menghitung jumlah aktivitas remaja. Ini karena mereka bisa saja memalsukan data diri. 

Meski demikian, Facebook telah mengembangkan metode pengukuran khusus untuk memantau pengguna remaja mereka.

Ini berbeda dengan pernyataan CEO Facebook Mark Zuckerberg dan beberapa petinggi lainnya beberapa waktu lalu. Selama ini Zuckerberg dkk selalu menyatakan bahwa remaja pengguna Facebook tidak bosan. 

Namun, kabar baiknya, Facebook masih menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi dari penggunanya. Rasio pengguna aktif harian dibanding bulanan mencapai 61 persen. 

Facebook pun mampu meraup keuntungan 2,02 miliar dollar AS dan meraih 48 persen keuntungan iklan mereka dari mobile. Facebook memiliki 1,19 miliar pengguna aktif, 728 juta pengguna harian aktif, dan 874 juta pengguna bulanan aktif lewat perangkat mobile.

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2013/11/06/1335146/Bosan.Remaja.Tinggalkan.Facebook
Analisis :
Kebanyakan remaja beralih jejaring sosial lainnya dan salah satunya adalah pergaulan

Yahoo Tampil dengan Wajah Baru

KOMPAS.com — Yahoo mulai berbenah. Setelah meluncurkan logo baru beberapa saat lalu, kini giliran situs web perusahaan yang dipimpin Marissa Mayer yang mengalami penyegaran. Fungsional, intuitif, dan modern, itulah yang ingin ditampilkan Yahoo. 

Halaman depan baru situs Yahoo ini sementara diperkenalkan Yahoo bagi penggunanya di Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Inggris dan Irlandia, serta Afrika Selatan.

Dalam situs blog Yahoo Inggris disebut bahwa homepage bagi mereka layaknya pintu depan sebuah rumah. Diharapkan, dengan penyegaran ini, Yahoo makin fokus dengan komitmennya untuk menyajikan desain yang menawan.

Yahoo mengklaim penggunanya menginginkan informasi terbaru dengan cepat, dengan cara memberikan mereka kebebasan untuk mengontrol dan menjaga beberapa elemen yang familiar buat mereka.

Inilah yang ingin disasar Yahoo yang dalam blognya mneyebut, "Pengalaman yang dioptimalkan untuk kemudahan sesuai kebiasaan setiap hari." Pengguna kini diharapkan bisa membaca berita terbaru, mengecek e-mailposting foto, dan sebagainya, dengan cara yang lebih personal dan intuitif.

Homepage baru Yahoo juga dioptimalkan, baik untuk pengguna smartphone atau perangkat tablet. Lalu, apakah wajah segar Yahoo ini mampu membujuk lebih banyak pengguna mengunjungi Yahoo?


Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2013/11/14/1407065/Yahoo.Tampil.dengan.Wajah.Baru

Analisis :
Dengan tampilan yang optimal dari Yahoo akan semakin banyak yang mengunjungi Yahoo.Untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, Yahoo berhasil mendominasi lalu lintas internet di Amerika Serikat yang selama ini dikuasai oleh Google.

Analis: iPhone 6 Bakal Dibanderol Rp 11 Juta

KOMPAS.com — iPhone seri terbaru, 5S, baru beredar selama dua bulan di pasaran. Namun, hal tersebut tidak menghalangi para analis untuk membuat prediksinya perihal iPhone generasi selanjutnya, iPhone 6.

Salah satu prediksi terbaru datang dari Chris Caso, analis dari perusahaan Susquehanna. Ia memprediksi bahwa iPhone 6 akan dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan iPhone 5S.

Prediksi tersebut dibuat berdasarkan kemungkinan iPhone 6 hadir dengan bentang layar yang lebih besar dan prosesor yang lebih canggih dari generasi sebelumnya. 

Tingginya harga komponen di iPhone generasi sebelumnya ditambah dengan kebiasaan Apple mencari margin yang tinggi juga menjadi dasar dari prediksi Caso.

Berdasarkan analisis tersebut, Caso memprediksi harga iPhone 6 akan lebih mahal sekitar 50 hingga 100 dollar AS, jika dibandingkan dengan iPhone 5S.

"Kami merasa Apple akan memberi harga 50 hingga 100 dollar AS untuk layar yang lebih besar pada iPhone 6," tulis Caso, seperti dikutip dari AllThingsD, Kamis (21/11/2013). "Kami rasa, keputusan harga ini akan menghindarkan Apple dari 'pengikisan' margin yang terjadi pada iPhone 5."

Saat ini, iPhone 5S versi 64 GB dijual dengan harga 849 dollar AS. Jika sesuai dengan prediksi, iPhone 6 bisa saja dijual dengan harga 899 dollar AS atau 949 dollar AS (sekitar Rp 11 juta).

Apabila prediksi dari Caso tepat, maka ini akan menjadi kali pertama bagi Apple menghadirkan iPhone dengan harga yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Tradisi "harga sama" produk Apple dengan generasi sebelumnya sebenarnya sudah pernah dipecahkan, meskipun di jenis perangkat yang berbeda. Bulan lalu, Apple merilis iPad Mini generasi dua dengan harga 399 dollar AS, 70 dollar AS lebih mahal dari iPad Mini generasi pertama yang dijual dengan harga 329 dollar AS.

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2013/11/22/1328119/Analis.iPhone.6.Bakal.Dibanderol.Rp.11.Juta

Analisis : Banyak yang mengagumkan dari produk Apple, dimulai dari design yang cantik,dinamis dan tampak elegan, keunggulan Apple di warna yang menyejukkan mata, kecepatannya dan banyak hal yang lain.